Blog Archives

Pameran Kementerian PU di ASEAN Fair 2011

Hari Air Dunia 2011 Tingkatkan Kesadaran Pentingnya Konservasi Air

Dengan kesadaran akan pentingnya air sebagai sumber kehidupan baik masa kini dan masa yang akan datang dibutuhkan oleh berbagai sektor, maka air merupakan urusan semua orang. Ungkapan “water is everybody business”  yang telah mendunia menjadi pedoman bagi seluruh pihak dalam pengelolaan sumber daya air (SDA).

Hal tersebut diungkapkan oleh Sekretaris Direktorat Jenderal (Sesditjen) SDA Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Sugiyanto yang juga merupakan Ketua Pelaksana Teknis Peringatan Hari Air Dunia (HAD) XIX Tahun 2011 dalam acara Rumah Publik yang ditayangkan TVRI di Jakarta, minggu lalu. Hadir pula sebagai narasumber, Ahmadi Partowiyoto dari Kemitraan Air Indonesia.

Peringatan HAD merupakan wahana untuk memperbarui tekad melaksanakan Agenda 21 yang dicetuskan pada tahun 1992 dalam United Nations Conference on Environment and Development (UNCED) yang diselenggarakan di Rio de Janeiro yang secara populer disebut dengan Earth Summit. Pada kesempatan tersebut sekaligus ditetapkan pula pelaksanaan Hari Air Dunia setiap tanggal 22 Maret mulai tahun 1993 di setiap anggota PBB.

“Untuk tahun ini tema yang diangkat adalah ‘Air Perkotaan dan Tantangannya’ karena saat ini hampir 60% penduduk dunia bermukim di perkotaan. Dan, selama 10 tahun terakhir, pemekaran wilayah otonomi menciptakan 31 kota-kota baru di Indonesia sehingga pengelolaan SDA dihadapkan pada tantangan dan isu kompleksitasnya semakin tinggi di masa yang akan datang,” jelas Sugiyanto.

Penyelamatan air perlu dilakukan karena kondisi perubahan iklim telah menyebabkan terjadinya musim kering yang panjang dan musim penghujan yang singkat. Selain itu, kerusakan DAS sudah mencapai 108 DAS kritis, sehingga air perlu diselamatkan dan kemitraan perlu dilakukan. Kegiatan konservasi yang melibatkan instansi terkait juga harus dilakukan secara bersama-sama dan serempak.

Sugiyanto berharap agar semua pihak dapat meningkatkan kepedulian akan kuantitas dan kualitas air serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya konservasi dan perlindungan sumber-sumber air. Menurutnya, penyelamatan air tidak hanya menjadi tugas pemerintah pusat saja, tetapi juga pemerintah daerah dan pemerintah kabupaten/kota setempat. Untuk itu, Tim Koordinasi Pengelolaan SDA bersama dengan perwakilan pemilik kepentingan bidang SDA baik di tingkat pusat maupun daerah telah menyusun rencana kerja dan tindak nyata yang sejalan dengan rencana strategis SDA.

Sesditjen SDA menambahkan, pada HAD tahun 2011 ini diadakan berbagai lomba dari tingkat SD sampai dengan perguruan tinggi bekerja sama dengan Universitas Indonesia (UI) seperti lomba cerdas cermat, kreasi barang bekas, penelitian air, lomba foto, lomba karya tulis dan pameran HAD yang menampilkan hasil-hasil pembangunan dan pengembangan bidang SDA.

Sementara itu, Ahmadi menyatakan bahwa dengan semakin kompleksnya permasalahan air di perkotaan, adalah tugas pemerintah dan mitranya serta masyarakat agar bahu membahu mengatasi permasalahan ini. Terjadinya banjir yang selalu datang setiap tahun dan juga semakin turunnya permukaan tanah menunjukkan bahwa selain air kita berkurang, ternyata kita juga tinggal didataran yang sangat rendah. “Contohnya saja Jakarta, sangat sulit sekali kita mendapatkan akses air bersih. Ditambah lagi masalah bencana alam dan banjir yang akhirnya membuat masyarakat Jakarta harus hidup harmonis dengan banjir. Tapi, semoga saja dengan dibangunnya BKT dapat mengurangi frekuensi banjir Jakarta,” katanya. (ard/datin SDA/ifn)

Lambang Kementerian Pekerjaan Umum


Keterangan :

  1. Lambang Kementerian PU berlukiskan baling-baling dengan ketentuan seperti tercantum pada gambar.

  2. Warna dasar lambang adalah kuning (kuning kunyit).

  3. Warna baling-baling adalah biru kehitam-hitaman.

  4. Penggunaan lambang : lihat Manual Tata Persuratan.

ARTI SIMBOLIS LAMBANG KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM

  1. Baling-baling

  • Menggambarkan “D I N A M I K A”.

  • Berdaun 3 yang merupakan segitiga berdiri tegak lurus menggambarkan STABILITAS

  • Secara keseluruhan menggambarkan “DINAMIKA YANG STABIL” dan “STABILITAS YANG DINAMIS”.

  1. Bagian daun baling-baling yang mengarah keatas.

  • Melambangkan “PENCIPTAAN RUANG”.

  1. Bagian lengkungnya dari daun baling-baling.

  • Memberikan perlindungan untuk ruang kerja tempat tinggal bagi manusia.

  1. Bagian daun baling-baling yang mengarah ke kiri dengan bagian lengkungnya yang telungkup.

  • Menggambarkan penguasaan bumi da alam dan pengusahaan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

  • Garis Horizontal : bentang jalan / jembatan diatas sungai sebagai usaha untuk pembukaan dan pembinaan daerah.

  1. Bagian daun baling-baling yang mengarah ke kanan dengan bagian lengkungnya yang terlentang.

  • Menggambarkan usaha pengendalian dan Penyaluran untuk dimanfaatkan bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

  • Garis Horizontal : bentang jalan / jembatan diatas sungai sebagai usaha untuk pembukaan dan pembinaan daerah.

  1. Baling-baling dengan 3 daun ini menggambarkan.

  • Tiga unsur kekaryaan Kementerian Pekerjaan Umum. Tirta, Wisma (Cipta) dan Marga.

  • Trilogi Kementerian Pekerjaan Umum, Bekerja keras, Bergerak cepat, Bertindak tepat.

  1. W A R N A .

  • Warna kuning sebagai warna dasar melambangkan keagungan yang mengandung arti KeTuhanan Yang Maha Esa, Kedewasaan dan Kemakmuran.

  • Warna biru kehitam-hitaman, mengandung arti Keadilan Sosial, Keteguhan hati, Kesetiaan pada tugas dan ketegasan bertindak.

  • Warna yang berbentuk dari warna dasar dan lukisan baling-baling membentuk huruf-huruf P.U.

  1. LAMBANG P.U.

  • Menggambarkan fungsi dan peranan Kementerian Pekerjaan Umum dalam pembangunan dan Pembinaan prasarana guna memanfaatkan bumi dan air serta kekayaan alam bagi kemakmuran rakyat, berlandaskan Pancasila.


Keputusan Menteri P.U. No. 150/A/KPTS/1966
Tanggal 10 Nopember 1966

Visi Misi Kementerian Pekerjaan Umum

Visi

“Tersedianya Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Permukiman yang andal untuk Mendukung Indonesia Sejahtera 2025”

Misi

  1. Mewujudkan penataan ruang sebagai acuan matra spasial dari pembangunan nasional dan daerah serta keterpaduan pembangunan infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman berbasis penataan ruang dalam rangka pembangunan berkelanjutan.
  2. Menyelenggarakan pengelolaan SDA secara efektif dan optimal untuk meningkatkan kelestarian fungsi dan keberlanjutan pemanfaatan SDA serta mengurangi resiko daya rusak air.
  3. Meningkatkan aksesibilitas dan mobilitas wilayah dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan penyediaan jaringan jalan yang andal, terpadu dan berkelanjutan.
  4. Meningkatkan kualitas lingkungan permukiman yang layak huni dan produktif melalui pembinaan dan fasilitasi pengembangan infrastruktur permukiman yang terpadu, andal dan berkelanjutan.
  5. Menyelenggarakan industri konstruksi yang kompetitif dengan menjamin adanya keterpaduan pengelolaan sektor konstruksi, proses penyelenggaraan konstruksi yang baik dan menjadikan pelaku sektor konstruksi tumbuh dan berkembang.
  6. Menyelenggarakan Penelitian dan Pengembangan serta Penerapan: IPTEK, norma, standar, pedoman, manual dan/atau kriteria pendukung infrastruktur PU dan permukiman.
  7. Menyelenggarakan dukungan manajemen fungsional dan sumber daya yang akuntabel dan kompeten, terintegrasi serta inovatif dengan menerapkan prinsip-prinsip good governance.
  8. Meminimalkan penyimpangan dan praktik-praktik KKN di lingkungan Kementerian PU dengan meningkatkan kualitas pemeriksaan dan pengawasan profesional.
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.