Peringatan Hari Air ke-19 dan Hari Lingkungan Hidup Sedunia

Peringatan Hari Air Dunia ke-19 dan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tingkat Provinsi Jawa Tengah tahun  tahun 2011  dipusatkan di Kabupaten Rembang, Embung Lodan Kecamatan Sarang, (20/6). Kegiatan tersebut dibuka oleh Gubernur Jawa Tengah H Bibit Waluyo yang diawali dengan penanaman tanaman penghijauan di kawasan setempat. Dan dilanjutkan meninjau kawasan Embung Lodan

Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Direktur O&P Ditjen Sumber Daya Air Kementrian Pekerjaan Umum,  Muspida, Kepala SKPD, Bupati dan Wakil Bupati Rembang serta tamu undangan lainnya.

Bupati Rembang, H. Moch Salim melaporkan bahwa tema Hari Lingkungan Hidup 2011 yang dikeluarkan oleh UNEP (United Nations Environment Programm) adalah forest nature at your serviceatau hutan adalah penyangga kehidupan, karena hutan memiliki esensi sebagai penyangga keseimbangan antara manusia dan lingkungan hidup.

Berdasarkan data Kementerian Kehutanan kerusakan hutan di Indonesia sekira 0,7 juta hektar per tahun, sedangkan pemulihan baru mencapai 0,5 juta hektar per tahun, sehingga dampaknya masih banyak terdapat kerusakan lingkungan. Imbasnya sering terjadi bencana alam dimana-mana,

H Moch Salim menambahkan, bila kerusakan lingkungan tersebut mengurangi layanan hutan bagi kehidupan seperti ketersediaan air, eksistensinya keanekaragaman hayati memacu perubahan iklim, maka perlu penanganan secara serius dan berkelanjutan.

“Pemkab Rembang bersama seluruh kompone masyarakat selama kurun waktu 2010 kemarin telah melaksanakan penghijauan dengan menanam sekira 1,6 juta batang bibit aneka pohon di seluruh wilayah setempat,” imbuhnya.

Sementara itu Gubernur Jawa Tengah H Bibit Waluyo dalam arahannya antara lain menyebutkan dampak kerusakan lingkungan khususnya hutan berdampak menurunnya debit air. Sehingga kebutuhan terhadap ketersediaan air bersih terancam terpenuhi. “Oleh karena itu harus menjadi kesadaran pribadi tiap warga untuk mencintai dan melestarikan lingkungan sekitar tempat tinggalnya,” pesannya.

Lanjut H Bibit Waluyo, dalam skala kecil menanam di lahan kosong wilayah setempat, untuk skala luas menghijaukan kawasan hutan dan pegunungan untuk meningkatkan debit air. Sehingga siklus penyediaan dan ketersediaan air bersih tidak terkendala.

Ditambahkan H Bibit Waluyo, untuk daerah yang memang dalam waktu setahun memiliki intensitas hujan rendah diminta untuk memperbanyak jumlah embung. “Memiliki banyak fungsi, diantaranya untuk pengairan pertanian, peternakan dan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari warga,” imbuhnya.

Sementara itu Dirjen Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum yang diwakili oleh Direktur O&P  Hartanto pada kesempatan tersebut menyatakan, saat ini sekitar 120 juta warga Indonesia belum menikmati air bersih. Pencemaran terhadap air permukaan dan air tanah pada umumnya bersumber dari kegiatan industri , pertanian dan rumah tangga. Kegiatan puncak HAD Provinsi Jawa Tengah yg dipusatkan di Lodan merupakan salah satu contoh kepedulian pemerintah dalam upaya menyediakan air bagi kehidupan masyarakat ,khususnya di Kabupaten Rembang. “Kegiatan hari air dunia pada dasarnya merupakan kampanye publik yang bertujuan memperluas pemahaman , menumbuhkan kesadaran , serta meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap sumber daya air”  imbuhnya .(Hya/mtm)

About witopanjoel

sederhana, pendiam dan suka #senja

Posted on November 24, 2011, in Berita and tagged , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: